Sejarah Pulau Nusakambangan

By | April 10, 2021

Pulau Nusakambangan, terdapat satu pulau di Jawa Tengah yang ianya juga salah satu pulau terluar di Indonesia. namun cukup terkenal, Nusakambangan namanya. Pulau Nusakambangan mungkin lebih kita kenal dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang terdapat di dalamnya.

Padahal, nama lapas-lapas itu bukanlah Nusakambangan, karena sebetulnya Nusakambangan sendiri adalah nama pulaunya. Dan sebetulnya di Nusakambangan sendiri juga terdapat pantai-pantai yang cukup cantik sebagaimana gambar pembuka di atas.

Meskipun apabila dilihat secara geografis pulau ini dekat dengan kabupaten Cilacap, namun pulau ini tidak masuk wilayah administratif dari kabupaten Cilacap. Akan tetapi dibawah pantauan Kemenkumham secara langsung. Pulau Nusakambangan Diproyeksikan Jadi Pusat Pembinaan Napi High Risk & Pemberdayaan Ekonomi [jateng.kemenkumham.go.id]

Asal Nama Nusakambangan

Asal usul nama Nusakambangan adalah karena di pulau ini konon terdapat bunga-bunga yang sangat harum baunya. Sehingga dinamakan Nusakambangan yang berarti “Pulau Bunga-bungaan”.

Lokasi Pulau Nusakambangan

akses ke penjara nusakambangan Pulau Nusakambangan
Kapal Feri di Pulau Nusakambangan

Apabila anda hendak pergi ke pulau ini, anda hanya bisa mencapainya dengan menaiki kapal feri yang berangkat dari pelabuhan ‘spesial’ yang langsung dikelola oleh Kementerian Hukum dan HAM, yakni Pelabuhan Sodong. Kapal feri ini hanya mengangkut segala yang berkaitan dengan lapas, baik itu pegawai-pegawai lapas, pemindahan narapidana dan sebagai akses untuk mengantarkan keluarga narapidana yang ingin menjenguk.

Nusakambangan sebagai cagar alam

Disamping sebagai tempat dari beberapa penjara, pulau Nusakambangan sebetulnya juga berstatus sebagai cagar alam. Karena pulau ini menjadi habitat untuk pohon-pohon langka. Namun, karena hal ini diketahui oleh orang-orang anti pecinta alam, mereka pun melakukan penebangan secara liar sehingga jenis tumbuhan yang tersisa tinggal sedikit.

Contohnya, di pulau ini dahulu terdapat kayu plahlar yang hanya bisa ditemukan di Nusakambangan. Namun, sekarang sudah hampir habis karena belakangan diketahui, bahwa kualitas kayu ini apabila sudah dikeringkan menyamai kualitas kayu meranti dari Kalimantan.

Sejarah Penjara di Nusakambangan

sejarah penjara nusakambangan

Kapal di Pulau Nusakambangan

Istilah “Penjara Nusakambangan” sebetulnya adalah satu kerancuan yang dipahami oleh kebanyakan masyarakat. Dikarenakan di pulau ini sendiri tidak terdapat satupun penjara yang mempunyai nama seperti itu. Sedangkan sejarah mengapa pulau Nusakambangan dikenal sebagai penjara sendiri mempunyai kisah yang panjang sejak zaman Belanda menjajah negeri kita.

Pemerintahan penjajah ketika itu sengaja meneliti beberapa pulau di Indonesia yang akan digunakan sebagai rumah tahanan bagi para pembangkang. Sebelum ditentukan Nusakambangan, sebetulnya ada beberapa opsi pulau lainnya. Diantaranya pulau Nusa Barung yang ada di Jawa Timur, pulau Prinsen di Ujung Kulon, pulau Gunung Krakatau di Selat Sunda.

Pada akhirnya pada tahun 1908 M, Gubernur Belanda memutuskan untuk menjadikan Nusakambangan sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang dihukum. Pada saat itu, para narapidana selain menjalani hukuman juga diberi tugas kerja paksa untuk membangun benteng bagi Belanda di pulau itu.

Setelah Indonesia merdeka

Setelah Indonesia berhasil memerdekakan diri dari jajahan Belanda, rupanya fungsi pulau Nusakambangan sendiri tidak jauh berubah. Bahkan keamanan di pulau Nusakambangan semakin diperketat dan dijadikan sebagai Lembaga Pemasyarakatan bagi narapidana-narapidana yang dianggap telah melakukan kejahatan kelas berat.

Penjara-penjara yang ada di sini juga dijadikan sebagai ‘rumah transit’ bagi para terpidana yang mendapatkan hukuman mati sebelum di eksekusi di hutan belantara pulau Nusakambangan. Beberapa nama yang pernah dieksekusi mati seperti Amrozi, Mukhlas, Imam Samudra serta “9 dewa narkoba” pernah transit di penjara yang ada di Nusakambangan sebelum dihukum mati.

Alasan Nusakambangan Lembaga Pemasyarakatan

Dijadikannya pulau ini sebagai Lembaga Pemasyarakatan bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan yang dijadikan pegangan baik dari pemerintahan Belanda dahulu maupun Indonesia. Alasan Nusakambangan Lembaga Pemasyarakatan

  • Lokasi ini terisolir dan hanya memiliki satu jalur (resmi) yang menghubungkan pulau dengan masyarakat biasa.
  • Posisi selatan pulau yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia menjadikan kemungkinan potensi Napi untuk kabur menjadi berkurang.
  • Pulau ini meskipun cukup terpisah dari penduduk sekitar, namun masyarakat bisa membantu mengawasi para tahanan dari jauh karena pulau Nusakambangan dikelilingi oleh Kampung Nelayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *