Studi Ekskursi 2022, Manajemen UMBY Hadirkan 6 Narasumber

By | June 7, 2022

Program Studi atau Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta atau UMBY kembali menggelar Study Ekskursi. Yakni, mahasiswa diajak berkunjung langsung ke suatu instansi atau perusahaan. Acara dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dan YouTube dengan menghadirkan enam pembicara.

Adapun 6 Narasumber Study Ekskursi tersebut adalah Vivi Marlina, Owner/Leader PT Indovima PT. Indovima Berjaya Abadi, Riki Yakub dari PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Drs H Mulyanto MM dari Puri Mataram. Selanjutnya Emi Indriastuti dari CV Annet Sofa, Evi Rosalina Widyayanti SE MM dan Sus Handoyo dari CV Vifas Batik.

Studi Ekskursi 2022, Manajemen UMBY Hadirkan 6 Narasumber
Studi Ekskursi 2022, Manajemen UMBY Hadirkan 6 Narasumber

Turut hadir antara lain Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua Program Studi Manajemen serta para dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen UMBY. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 30 – 31 Mei 2022 ini diikuti oleh puluhan mahasiswa tingkat akhir Program Studi Manajemen UMBY.

Dekan Fakultas Ekonomi UMBY, Dr. Audita Nuvriasari SE MM sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Di tengah situasi pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir sejak 2020, UMBY mampu menyelenggarakan kegiatan virtual. Namun, pihaknya optimis melihat pelaksanaan yang sudah digelar secara virtual tidak akan mengurangi esensi acara.

“Kami berharap acara ini benar-benar dapat memberikan banyak manfaat. Mahasiswa dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari narasumber untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari praktik nyata di lapangan. Seperti, tata kelola organisasi, praktik bisnis, pemasaran, manajemen SDM pada bagaimana mengelola keuangan dan menjalankan bisnis agar berjalan dengan baik,” kata Audita kepada TIMES Indonesia, Selasa (31/5/2022).

Audita berharap kerjasama dengan mitra dapat terus berkelanjutan, terutama untuk mengakomodir kegiatan Program Belajar Mandiri Kampus Mandiri (MBKM). Yakni kerjasama program dari perguruan tinggi dan kerjasama program studi dengan perguruan tinggi lain serta dunia usaha dan dunia industri.

“Jadi nantinya kami juga akan menitipkan mahasiswa kepada mitra jika Prodi FE akan mengirimkan mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan MBKM berupa magang, studi mandiri pada proyek-proyek yang dilaksanakan di dunia industri atau dunia usaha,” jelas Audita.

Narasumber Study Ekskursi, Vivi Marlina menjelaskan pengalamannya memulai bisnis di Tupperware. Ia memulai usahanya pada tahun 1998 dengan bergabung dengan Tupperware. Vivi menceritakan kisahnya bahwa suatu hari dia akan bepergian dengan putranya dengan makanan dan air minum. Sehingga ketika mengajak anaknya keluar bisa membawa air, bekal makanan dan tidak tumpah, maka tergeraklah menjadi member Tupperware.

“Pada tahun 2002, dengan keberanian dan keyakinan yang kuat, beliau dipercaya dan membuka kantor distributor resmi bernama PT. Indovima Berjaya Abadi,” kata Vivi.

Menurut Vivi, berdirinya Indovima berawal dari sebuah mimpi, cinta dan keinginan tidak hanya untuk mencari keuntungan. Namun, ia ingin berbagi lebih banyak dengan wanita di sekitarnya. Maka dari doa dan mimpi itu, ia tergerak untuk bergabung dengan Tupperware.

“Bermodal keberanian, serta dukungan dan doa dari keluarga, akhirnya saya berani keluar masuk rumah menawarkan produk Tupperware. Dari sinilah kepercayaan diri saya muncul,” kata Vivi.

Hingga saat ini, Indovima sudah memiliki 5.000 tenaga penjualan di bawah naungan PT Indovima Berjaya Abadi. Selain itu, ada 250 pemimpin yang terdiri dari manajer puncak, manajer, direktur, dan manajer puncak.

Vivi menambahkan, jika ingin memasarkan suatu produk, harus mengenal produk baru, apa saja yang bisa digali darinya. Tujuannya agar ketika seseorang mengajukan pertanyaan, mereka dapat menjawabnya dengan baik dan benar. Kemudian, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi produk yang sesuai untuk dijalankan dan dijalankan secara terstruktur, mengelola sumber daya manusia, mengelola produk, mengelola pasar, dan produk purna jual termasuk mengelola reasuransi seumur hidup Tupperware.

“Visi kita harus ada di mindset mereka dan menjaga hubungan dengan pelanggan,” ujarnya. Narasumber lainnya, Riki Yakub memperkenalkan profil PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk kepada mahasiswa melalui video. Perusahaan ini bergerak di bidang agribisnis pangan terbesar di Indonesia. Bisnis utamanya adalah pembuatan pakan ternak, peternakan ayam, manajemen unggas dan budidaya pertanian.

Sementara itu, Inspektur Puri Mataram, Drs H Mulyanto mengatakan Puri Mataram merupakan salah satu destinasi wisata yang pengelolaannya berada di bawah naungan BUMDes Tridadi Makmur. BUMDes ini terletak di Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lokasi usaha ini berada di areal persawahan yang tidak rata.

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/411690/studi-ekskursi-2022-prodi-manajemen-umby-hadirkan-enam-narasumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *